CeritaPuisi

Murka

Murka Puisi Kukuh Kumoro Andika

Cpt:Kukuh Kumoro Andika

Senja berganti petang
kala itu ada bintang 
mentari berganti rembulan. 
Menari diantara awan.
 
sesaat tak kulihat 
tampak sebuah kilat 
dikau yg pergi 
daku berharap tuk kembali. 
 
Angin bertiup kencang 
kala itu dikau aku kenang 
daku meneteskan air mata. 
Seakan daku berselimut duka. 
 
Langit terbelah menjadi dua
sampai saat ini dikau daku cinta 
hanya kata kata yg ku punya 
hanya cinta yg daku berikan 
 
tapi dikau tak mengharapkan
malam yg terasa dingin 
membuat beku dan kaku 
terdengar suara jeritan 
 
seketika itu dirundung pilu
tangisan itu tak dikau usap 
meski setetes pun tak dikau lap 
dua bola mata yg mengucurkan air 
 
berkaca kaca menatap sedih penuh getir

Di tulis saat menghela nafas atas kejadian yang terjadi mungkin tragis atau bisa di bilang sebuah rasa trauma atas kejadian yang di alami. Tragedi memang namun ironi jika tak di tulis dalam sebuah sajak kalimat yang ber rima irama. Melukis & Menulis sebuah kegiatan positif di temani secangkir kopi juga sebuah Imajinasi.

Artikel terkait

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button