CeritaPuisi

Puisi “Meringkuk Peluh” dibacakan penuh penghayatan.

“Meringkuk Peluh” yah itu yang aku kasih judul ke salah satu puisi yang ku karang itu. Isi dari puisi tersebut aku menuliskan dengan keadaan setengah kalut dalam kesedihan. Namun kesedihan ada untuk menghargai kebahagiaan. Setelah aku karang aku ingat ada seseorang yang ku rasa pas untuk membawakannya. Buat dibacakan dan di rekam untuk apa lagi kalau bukan untuk di bacakan karena aku sendiri tak pernah merekam suara baca puisi karanganku sendiri.

Artikel terkait

Entah lah apa yang kini aku bisa aku selalu aku lakukan. Mungkin terkecuali hal itu tadi. Aku terlalu buruk mungkin jika membacakan puisi karangan ku juga karangan orang lain. Disisi lain padahal aku suka bernyanyi padahal beda tipis dengan puisi. Memiliki kesamaan yaitu di irama dan rima. Juga hasil syair kata yang tersusun indah baik di lantunkan serta tuk di baca.

Begitulah sepenggal hal yang ku bisa aku lakukan terima kasih juga ke pembaca yang mau ku repotkan. Semoga siapapun yang di rundung pilu atau sedih semoga lekas bahagia.

 

 

 

 

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button