NewsSoftware & AppsTechnologi

Google Fuchsia ??? Lalu Android ???

     Sudah kesekian dekade sistem oprasi android terus berkembang dan akan di gantikan kah? Sistem oprasi mobile satu ini. Menurut kutipan wikipedia dan situs laman resmi Google. Android yang begitu populer sampai saat ini dirasa cukup menarik antusiasme pengguna smart phone saat ini. Sebelumnya mengalahkan Symbian juga Blackbarry os dan kini bersaing ketat dengan IOS besutan Apple.


    Fuchsia adalah sebuah sistem operasi berbasis kapabilitas yang kini sedang dikembangkan oleh Google. Fuchsia pertama kali diketahui publik ketika proyek tersebut muncul di GitHub tanpa pengumuman resmi pada Agustus 2016. Berbeda dengan sistem operasi pengembangan Google sebelumnya seperti Chrome OS dan Android yang berbasis Kernel Linux, Fuchsia berbasis mikrokernel terbaru yang disebut “Zircon”.

Setelah menilik kodenya, outlet-outlet media melaporkan bahwa kode yang diposting di GitHub tersebut menampilkan kemampuan Fuchsia untuk dijalankan pada perangkat universal, mulai dari sistem benam hingga ponsel pintar, tablet dan komputer pribadi. Pada bulan Mei 2017, Fuchsia telah diperbarui dengan antarmuka pengguna, bersamaan dengan seorang pengembang yang menuliskan bahwa proyek tersebut bukanlah “penyingkiran sesuatu yang mati”, memunculkan spekulasi media mengenai niat Google dengan sistem operasi tersebut, termasuk kemungkinannya menggantikan Android

Fuchsia didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas dan sumber terbuka di bawah lisensi campuran, antara lain lisensi BSD 3-clause, MIT, dan Apache 2.0.

SEJARAH FUCHSIA

     Pada bulan Agustus 2016, outlet-outlet media melaporkan mengenai postingan kode basis misterius yang diterbitkan di GitHub, yang mengungkapkan bahwa Google sedang mengembangkan sistem operasi baru yang disebut “Fuchsia”. Meskipun tidak ada pengumuman secara resmi, penyelidikan pada kode tersebut menunjukkan kemampuan Fuchsia untuk berjalan pada perangkat universal, termasuk “dasbor sistem infotainment mobil, hingga perangkat sistem benam seperti lampu lalu lintas dan jam digital, sampai pada ponsel pintar, tablet dan PC”. Kode ini berbeda dari Android dan Chrome OS karena berbasis kernel “Zircon” (sebelumnya “Magenta”) bukannya kernel Linux.

FITUR PADA FUCHSIA

     Pada bulan Mei 2017, Ars Technica menulis tentang antarmuka pengguna Fuchsia yang baru, peningkatan dari command-line interface saat pengungkapan pertamanya pada bulan Agustus, bersamaan dengan seorang pengembang yang menuliskan bahwa Fuchsia “bukanlah mainan, ini bukanlah proyek 20%, ini bukanlah tempat pembuangan sesuatu yang mati dan tidak kita hiraukan lagi”. Beberapa outlet media menulis tentang hubungan proyek tersebut yang tampaknya dekat dengan Android, dengan beberapa spekulasi bahwa Fuchsia kemungkinan merupakan upaya untuk “re-do” (mengulang kembali) atau menggantikan Android dengan cara memperbaiki berbagai masalah pada platform tersebut

Pada bulan November 2017, dukungan awal untuk bahasa pemrograman Swift telah ditambahkan.

Pada Januari 2018, Google menerbitkan panduan cara menjalankan Fuchsia di Pixelbook. Hal ini telah berhasil dilakukan oleh Ars Technica.

     Antarmuka pengguna Fuchsia dan aplikasinya ditulis dengan “Flutter”, perkakas pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan pengembangan lintas platform untuk Fuchsia, Android dan iOS. Flutter menciptakan aplikasi berdasarkan Dart, menawarkan aplikasi dengan kinerja tinggi yang dijalankan pada 120 bingkai per detik. Flutter juga menawarkan rendering engine Vulkan berbasis grafis yang disebut “Escher”, dengan dukungan khusus untuk “Volumetric soft shadows”, sebuah elemen yang diuangkapkan Ars Technica “yang tampaknya dibuat khusus untuk menjalankan antarmuka ‘Desain Material’ Google yang kaya bayangan”.

     Karena wadah pengembangan perangkat lunak Flutter menawarkan peluang lintas platform, pengguna dapat menginstal bagian dari Fuchsia pada perangkat Android. Ars Technica mencatat, meski pengguna dapat menguji Fuchsia, namun belum ada yang “berfungsi”, serta menambahkan “semuanya hanya kumpulan antarmuka pengganti yang tidak melakukan apa-apa”, meskipun ada beberapa kesamaan antara antarmuka Fuchsia dan Android, termasuk layar Aplikasi Terkini, Pengaturan menu, dan tampilan layar terpisah untuk melihat beberapa aplikasi sekaligus.

     Peninjauan kedua oleh Ars Technica yang terkesan dengan kemajuannya, mencatat bahwa beberapa fungsinya sekarang bekerja, dan sangat menyukai dukungannya pada perangkat keras. Salah satu kejutan positif adalah dukungan untuk beberapa pointer tetikus.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button