Cerita

Pesona Kota Kelahiran

Hay sahabat Dik’s lama nih gak posting karena beberapa kesibukan kerja. Nah kira-kira siapa dari pembaca yang sedang berada di perantauan dan karena COVID-19 gagal buat mudik ke tempat kelahiran tercinta. Pasti bakal kangen dengan kampung halaman bukan emmmmm kira-kira apa yang membuat kangen kampung halaman ? Kalau Dik’s pribadi sih selain makanan khas yang ada juga menelusuri kenangan saat tumbuh beranjak dewasa dan melaluinya saat masih tinggal di kampung halaman. Banyak juga rekan baik saat masih kanak-kanak dan remaja yang masih menetap dan tak merantau untuk di temui. Serasa waktu bergulir cepat. Ingatan yang masih ada saat terakhir bersenang-senang bersama mereka. Banyak suka dukanya sih namun apalah daya jika berkarir hanya di kota kelahiran rasanya kurang.

Saat masih tinggal di kota kelahiran

Ada banyak keseruan mulai saat masih remaja. Kenakalan remaja yang paling aku ingat adalah suka bolos saat masih jaman sekolah. Kala itu kalau gak salah aku masih suka main ke warnet dan iseng jalan-jalan ke luar kota. Alasan kenapa suka main ke warnet bukan lantaran gila game online. Melainkan suka mempelajari dan selalu penasaran dengan banyak hal misal Website itu apa, bagai mana buatnya, Software itu apa, bagai mana membuatnya, Design grafis itu apa, bagai mana membuatnya dan hacker itu apa, bagai mana juga menjadi seperti mereka. Rasa begitu penasaran lah yang kadang membuatku betah duduk berjam-jam di depan komputer di warnet. Aku selalu penasaran dengan hal yang berbau teknologi dan kemajuannya. Hemmnmmm rasanya seperti kemarin saja waktu memutar cepat berlalu sampai membawaku ke perantauan.

Blitar yah kota yang memiliki julukan “kutho cilik sing kawentar” yang artinya sendiri adalah kota kecil yang bersinar. Dari situ juga sang proklamator lahir di surabaya dan sempat tinggal di blitar. Bahkan beliau di makamkan di Blitar. Emmm saya rasa memang banyak hal yang membuat kota itu jadi bersinar hehehehehe.

Sepenggal cerita yang masih ku ingat ingin sekali rasanya aku tulis semua namun terlampau banyak ingatan yang membuat jemari ini mengurungkan diri untuk menulisnya semua. Alias di buat bersambung begitu. Terima kasih atas waktunya untuk mampir dan membaca artikel sederhana saya yang masih jauh dari kata sempurna karena sempurna hanya milik maha pencipta.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button
close

Pemblokir iklan terdeteksi

Anda menggunakan pemblokir iklan